Terapi Elektromagnetik

Kehidupan berkembang dibawah pengaruh medan magnetik bumi. Meskipun medan magnetik ini relatif kecil, tetapi berperan dalam berbagai fungsi tubuh. Tubuh manusia merupakan struktur yang unik, terdiri atas sel-sel yang merupakan suatu massa protoplama yang mengandung nukleus. Protoplasma atau sitoplama adalah komponen kimia komplek penyusun utama sel daripada nukleus. Tiap-tiap sel manusia merupakan bagian kecil dari komponen magnetik dan komponen tersebut melewati semua organ. Organ-organ tersusun atas sel dan jaringan. Cairan tubuh mengandung berbagai macam ion seperti Potassium (K+), Klorida (Cl), Phosphor (PO4) d, Sodium (NA+) dan sebagainya.

Ion terdiri atas atom atau radikal. Pada elektrolisis, ion memiliki kecenderungan untuk melewati dari satu polaritas ke polaritas lainnya. Ion merupakan konduktor dan arus listrik melalui ion-ion tersebut dikelilingi oleh medan magnetik disekitarnya10. Semua jaringan dan sistem syaraf dalam tubuh di atur oleh medan magnetik dalam tubuh.

Medan elektromagnetik ini merupakan prinsip dasar dari terapi magnetik. Medan magnetik ini cenderung fluktuatif, organ otak memancarkan medan magnet maksimum 3,00,000 kilo-gauss pada saat seseorang tidur. Pada waktu normal nilai medan magnetnya berbeda. Jadi nilai rata-rata dari medan magnet tiap organ tubuh berbeda. Jika ada organ yang mengandung penyakit, dengan seketika medan magnetisnya terganggu. Nilai yang baik adalah medan magnet dapat menginduksi kearah nilai normal pada organ-organ. Ini merupakan esensi dari terapi magnetik.

Terapi magnetik mempunyai efek baik terhadap sel, jaringan dan syaraf ketika diaplikasikan ke bagian yang terpengaruh dan menyebabkan nyeri, kekakuan, kesakitan atau bengkak. Terapi magnetik membuat peningkatan sirkulasi.

Secara teori, penerapan arus listrik yang tepat melalui kawat langsung atau secara tidak langsung melalui induksi medan magnet dapat berpengaruh pada jaringan. Sebagian besar penelitian penerarapan terapi medan magnetik pada manusia dalam kedokteran adalah dalam terapi untuk fraktur. Meskipun mekanismenya belum diketahui, beberapa penelitian melaporkan bahwa medan listrik yang dihasilkan oleh tmedan elektromagnetik bergetar menstimulasi proses biologi osteogenesis dan penyatuan segmen tulang. Bentuk terapi ini diterapkan pada terapi fraktur delayed dan non union pada manusia di Amerika oleh United States Food and Drug Administration. Keefektifan terapi ini didukung oleh sedikitnya dua penelitian double blind.

About ata11

I'm an extraordinary man who have countless of dreams

Posted on 3 Juni 2012, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: